Tanning with Jergens Natural Glow

August 22nd, 2008 by xcoldblizzard

I have a naturally rosy fair skin, which lot of girls in asia, particularly indonesia wish to have. I look good with my skin tone, but I just bored, spending 20 years in same skin tone, so I decided to tan my skin, of course a fake one lah, I also don’t want a permanent tan skin, especially if it looks bad and dirty on me.
I bought this Jergens natural glow in medium. At first application, my skin has turn slightly darker, but not really noticeable. I keep on applying it twice daily. On second day….

NIGHTMARE…….

It’s not streaky, but it turns my skin into unwanted kind of darker complexion. Not golden tan, bronze tan, or else, but orangey-yellow-dirty-kind-one. Not even classified as tan. Nothing has ever made me more yellow than this product. It still looks too yellow on me, even on my relatively pink complexion. Oh My Gosh… Most of my friends didn’t like it, one even asked me if I have a jaundice -_-;;
But, I will still apply it, at least until a week. I don’t want to waste my money on nothing. Besides, I wish after days go by, it will turn better, more ‘golden-bronze tan’, more glowing.

Things I want to correct

July 26th, 2008 by xcoldblizzard

1. Why nowadays people in Friendster are chatting via comments/testimonial? It meant to be a place to give testimony/opinion about certain people. To chat, we have another tool, that is messages. Don’t people realize, how annoying it is to browse through bunch of not-providing-any-information comments just to get real comments to read?

2. Weird trend about incorrect usage of “secara” in Indonesia.

“Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, secara berarti sebagai, selaku, menurut (berhubungan dengan adat, kebiasaan, dll), dengan cara, dengan jalan, dengan (sebagai kata tambah).”

According to Indonesian dictionary, “secara” means with, as, –ly (adjective form).

But many people are misusing it. They use it in replace of “because”. I’m really annoyed with it, and I swear I won’t misuse that word.

3. Number three is not really important, that is the mispronunciation of foreign names.
My classmate, Brian (which should be pronounce as ‘Brayn’/'Brayen’) is called ‘Brian’.
My friend, Tyson (which should be pronounce as ‘Taisen’) is called ‘Tison’.
And many chinese names written in Pin Yin; for example:
Zhang Ziyi : Cang Cze I.
Liu Bei : Liu Pei.
Gong Li: Kong Li/Koung Li.
Guan Yu: Kuan I (actually not I, but Ui (shape your mouth as saying u, but instead say i)).
French names:
Louis Vuitton : Lui Vitong
Jean Paul Gaultier : Zang Pol Zotie
Chanel : Syanel
Hermes: Erme
Yves Saint Lauret: Iv Sang Lorang
Givenchy : Gifangsyi

It just a rough picture of how to pronounce some foreign names. CMIIW

Spiritualitas

July 24th, 2008 by xcoldblizzard

I’m a roman catholic, gw aktif di KMK, banyak orang tau itu, tapi spiritualitas gw yang sebenernya, sedikit sekali yang tau.

Well, I’m an theist agnostic. I do believe the existence of God, yang kalo menurut definisi gw adalah the greatest force, causa prima, penyebab tidak ada menjadi ada, dan keadaannya tidak pernah tidak ada, melainkan selalu ada. Mungkin Tuhan menurut gw berbeda dengan yang menurut kalian. Menurut pendapat umum, Tuhan menciptakan, Tuhan mengabulkan doa, Tuhan mengirim orang baik ke dalam surga dan orang jahat ke dalam neraka. Tapi ga begitu menurut gw. Gw ga pernah tau nature dan sifat Tuhan seperti apa, dan apa aja yang dia lakukan, apakah dia benar-benar mengabulkan permintaan orang baik yang memohon kepadaNya dan menghukum orang yang jahat, atau dia tidak campur tangan terhadap apa yang terjadi pada manusia. Tapi yang jelas gw percaya, Tuhan itu benar-benar ada.

Many people separate existence of God and science. Science is anti-God, and God is the ignorance, anti-science. I don’t. Someone said, science without religion is lame, and religion without science is blind.
I have my own hypotheses, that God created science, or God is the cause of science’s existence, sehingga alam semesta bisa berjalan, berubah, bergerak, dan berkembang dengan sendirinya. Sains adalah sistem yang mengatur segala behaviour alam semesta, yang menyebabkan segala sesuatu tercipta, atau musnah.
Dasar dari hipotesis gw adalah 2 di bawah ini:

1. Sains menunjukkan, alam semesta berkembang dan bertambah besar. Hal itu berarti, harus ada starting point dari semuanya karena sains berkata, ada tidak mungkin dimulai dari tidak ada, jika kita menganggap dasar dari sains adalah valid dan tidak mengkontradiksikan itu. Itu berarti, ada sesuatu yang di luar sains, yang lebih kuat dari sains, yang lebih dulu ada.

2. Creationism sounds like a fiction to me. Bukti-bukti yang ada lebih mendukung theory of evolution daripada creationism, meskipun teori evolusi tidak sempurna, karena adanya rantai-rantai yang hilang dalam teori evolusi Darwin. Mungkin saja suatu saat ditemukan teori lain yang lebih mendekati kebenaran, atau bukti yang melengkapi teori evolusi, atau justru membenarkan teori penciptaan. Tapi yang jelas, sekarang, teori evolusi jauh lebih masuk akal daripada penciptaan, meskipun gw punya sanggahan terhadap teori evolusi, yaitu:
Antropologi mengatakan, nenek moyang segala ras di dunia adalah ras negroid. Jadi dulu semuanya adalah ras negroid. Melalui seleksi alam, mereka beradaptasi dengan lingkungan masing-masing. Manusia berlubang hidung lebar dan berkulit gelap perlahan-lahan tereliminasi dari belahan bumi utara, karena tidak mendukung pertahanan terhadap cuaca dingin, jadilah perlahan-lahan mereka berevolusi menjadi kaukasoid, begitu juga dengan ras-ras yang lain.
Sementara nenek moyang negroid (homo sapiens) adalah manusia-manusia purba. Dan awalnya primata. Tidakkah kalian berpikir, mengapa monyet masih ada di bumi dan pra-manusia tidak ada lagi? Hanya ada fosilnya? Kenapa semuanya punah terkena seleksi alam sedangkan monyet tidak? Dan jika dikatakan, monyet->pra manusia A->B->C->D->E->negroid->manusia berbagai macam ras (skema evolusi), tidakkah kalian melihat kelemahan pada skema itu? mengapa tingkatan di bawah manusia berbagai macam ras tidak mengalami divergensi, sedangkan setelah negroid, manusia mendiami berbagai belahan dunia dan mengalami divergensi? Padahal iklim dan faktor-faktor pendukung adanya adaptasi dan evolusi juga ada. Tidakkah itu aneh?
Di atas adalah sanggahan asli pikiran gw, bukan kutipan dari manapun. Kalo pengen ngutip, mohon dilink ke sini.
Biarpun kelemahannya fatal, tapi tetap saja evolution lebih make sense daripada creationism, karena telah dibuktikan, dengan perkawinan campur, faktor seleksi alam, dan lain sebagainya, karakteristik dari sebuah makhluk hidup bisa berubah, bahkan spesiesnya bisa berubah. Itu mendukung teori evolusi.

Sejauh ini, pengamatan panca indra kita mengatakan, belum pernah ada dalam sejarah, benda yang baru tercipta dari kekosongan. Maka itu, saat ini gw berani bilang creationism failed. There’s no proof behind it. Yang ada cuma teori, dan itupun dalam kitab suci, yang ga menjelaskan banyak.
Bagi gw, isi dari bible, terutama perjanjian lama dan injil, mukjizat-mukjizat yang terjadi, itu benar-benar seperti dongeng. Orang yang punya akal sehat ga akan langsung percaya bumi tercipta dalam 6 hari, laut merah bisa dibelah, dll. Jika kitab suci memang benar adanya dan Tuhan sebegitu berkuasanya, kenapa 6 hari? Kenapa ga dibuat 1 milisekon aja? Atau 1 mikrosekon? Lagipula, ketika bumi diciptakan, manusia belum diciptakan. Jadi siapa yang ada di sana dan menyaksikan alam semesta kosong, lalu hari pertama langit dan laut diciptakan, hari kedua tumbuhan diciptakan, dan seterusnya? Siapa yang nulis? Ga ada.
Setelah-setelah itu, misalnya kisah Kain dan Habel, gw yakin manusia saat itu belum mengenal tulisan, dan jika sudahpun, apakah mereka sudah memikirkan untuk mendokumentasikannya? I don’t think so. Jadi gw lebih berpikir, kitab-kitab awal terutama kejadian hanya karangan manusia.
Jaman dahulu, Tuhan bisa langsung kontak dengan manusia, hal-hal ajaib sering sekali terjadi, seperti yang ada di perjanjian lama. Tapi sekarang? Ga ada. Makin lama, juga seperti yang didokumentasikan di kitab suci, hal-hal ajaib makin berkurang frekuensinya. Old testament is almost a hoax.

Injil sebagian mengandung kebohongan, tidak semuanya adalah benar, sudah dibumbui macam-macam. Mengandung inkonsistensi, tentang bagaimana Yudas Iskariot mati, apakah gantung diri, atau isi perutnya terburai begitu saja di tanah. Ingat, injil adalah karangan manusia, jadi tidak 100% benar. Kita tidak bisa menjamin penulisnya 100% jujur, atau 100% mendapat informasi yang benar.

Gw ga yakin Yesus adalah Tuhan. Yang gw lebih percaya, dia adalah orang yang sangat baik dan berpikiran tinggi, dan ingin membuat manusia hidup lebih baik lagi. Maka, ia mengaku sebagai Tuhan untuk mengembangkan ajarannya. Oh, he’s also a socialist. End of story.

I hate people who force their faith to other people. Terutama christian evangelist. Ketidaksukaan gw ga terbatas pada umat-umat beragama, tapi juga atheis yang memaksakan pandangan atheisnya ke orang lain. Biarkan saja semua orang hidup dengan faithnya masing-masing, memberi informasi tentang agama/atheisme tidak ada salahnya, tapi jangan maksa. Gw benci banget sama orang-orang yang ngajak temennya ke gereja, tapi kalo temennya ga mau, jadi dijauhin. Jaman sekarang promosi gereja mirip ama MLM ya?
Sifat Tuhan dan doktrin yang diajarkan di agama itu mudah dikontradiksikan..
Anggap fact: Tuhan maha baik.
Bagaimana dengan orang-orang yang hidup di tempat terpencil, jaman dulu, ga pernah mendengar agama?
Jika mereka semua masuk neraka, Tuhan itu tidak baik. Tuhan itu sangat kejam.
Jika mereka diterima di tempat yang sesuai dengan perbuatan mereka, karena mereka tidak tahu akan adanya Tuhan, kalau begitu ngapain kita punya agama?
Jokes:
Priest: Believe in Jesus, you will go to hell if you don’t.
Eskimo: Then, how about people century ago who never heard about Jesus? Do they all go to hell?
Priest: No, because they don’t know.
Eskimo: So, why you tell me?

Explanation: Fungsi agama hanya untuk standarisasi moral dan membimbing manusia kepada Tuhan, sebagai pegangan di kala manusia goyah, bukan sebagai patokan masuk-surga atau masuk-neraka. Jika agama diartikan sebagai yang terakhir, manusia akan berbuat baik hanya demi amal di surga, dan menghindari kejahatan demi menghindari neraka, bukan untuk membagi kebahagiaan dan menghindarkan sesamanya dari penderitaan. So lame if all people thinks like that.
“Jika surga dan neraka tak pernah ada, akankah kita tetap tunduk kepadaNya?”

Gw ga suka jika faith gw dicemari dengan doktrin-doktrin, termasuk kristen, agama gw sendiri. Maka, dalam hati gw, gw ga menerima christianity, biarpun, setelah konsili vatikan II, gereja katolik menyatakan pintu surga terbuka juga untuk semua orang, tanpa pengecualian.

Gw ga 100% percaya adanya surga dan neraka, karena, jika kehidupan hanya 1 siklus, surga akan penuh dan neraka akan penuh. Biarpun demikian, masih ada kemungkinan keduanya ada. Reinkarnasi juga, punya probabilitas untuk ada. Gw bener-bener have no idea akan kehidupan setelah kematian. Gw pernah menyaksikan dengan mata kepala sendiri, sesuatu yang di luar akal sehat. Gw liat waktu umur 6, dengan dd gw, Amanda, umur 3. Kejadian yang melibatkan (katanya) poltergeist, barang-barang di kamar semuanya bergerak sendiri, melayang, tanpa ada penyebab apapun. I swear I’m not drunk and it’s not just a dream. Keterangan manda sama persis ama gw ketika kami udah besar dan mendiskusikannya lagi. Gw amat yakin itu benar. Walaupun gw lebih yakin poltergeist itu semacam makhluk hidup lain yang tidak kasat mata, gw tetap terbuka akan adanya penjelasan lain, bahwa ada kehidupan setelah kematian. Kemungkinannya kecil untuk gw percaya ada surga dan neraka, I’m more open to reincarnation, meskipun gw juga ga benar-benar percaya. Sebenarnya lebih sederhana untuk jadi pure free thinker, atau jadi penganut blind faith. Tapi, blind faith is simply a foolishness, dan ada hal-hal yang ga bisa dijelaskan dengan sains, misalnya seperti yang gw saksikan. Jadi keduanya ga valid. Kesimpulannya, sains ga selalu berlaku, atau sains yang ada sekarang kurang, sehingga perlu dilengkapi dengan teori baru.

Semua post di sini abu-abu, terbayang kabut, pandangan gw tidak jelas di sini, karena gw masih belum tahu mana saja yang benar. Dunia kita terlalu palsu dan tercemar, sehingga kebenaran terasa samar-samar. Sampai saat ini, 1 hal yang gw pegang teguh adalah Tuhan itu ada. Gw ga tahu, apakah Tuhan campur tangan terhadap kehidupan kita, ataukah dia biarkan sistem yang dia ciptakan, yaitu sains yang mengatur semuanya dan posisi dia hanya sebagai greatest substance yang merupakan sumber dari segalanya, tapi ia tidak melakukan apa-apa untuk mengubah sistem yang ia ciptakan.

Ngomong-ngomong, kenapa gw tetap katolik dan masih ke gereja? I’m really an opportunist and pragmatic person. Since I don’t know the truth, kalo kristen benar, surga dan neraka ada, maka gw akan terhindar dari neraka. Kalo ga, gw juga ga rugi apa-apa. Kasarnya buat jaga-jaga. Masuk akal kan? I don’t know if this is bad or not bad. Ada faktor lain juga, orangtua gw didik gw secara katolik dari gw kecil, gw banyak mengecewakan mereka, karena itu gw ga tega untuk nambah kekecewaan mereka dengan menolak gereja :) meskipun dalam hati gw, gw ga gitu percaya.

Gw terbuka untuk masukan dari kalian. Jika terbukti agama–apapun itu–benar, gw bersedia membuka diri gw dan menerimanya, jika terbukti Tuhan tidak ada gw bersedia jadi atheist. Asalkan semuanya benar-benar terbukti dan pintu kebenaran jadi terbuka.

Spain has bunch of hot players

June 29th, 2008 by xcoldblizzard

Fernando Torres, Iker Casillas, David Silva, Daniel Guiza sesudah cukur jenggot+kumis, David Villa, Cesc Fabregas.

Uneg-uneg

June 26th, 2008 by xcoldblizzard

I hate you for being such a hypocritical and overprotective boyfriend. Most of the time, I think I have the freedom to do whatever I want to do and to choose whatever I want to choose, but you just hinder me. You think I’m a fool, you think I’m not mature enough to think about consequences. The one who’s not mature enough is you, not me. So, stop tie my feet and put me in your jail. I’m a human, not a slave you can control.

Kamu kadang terlalu kampungan. Sori, aku ga sealim yang kamu mau, tapi aku juga ga berlebihan. Kupikir kamu terlalu terpengaruh ama yang dikatakan beberapa orang di sekitarmu, terutama ***. Dan kamu terpengaruh, kamu berpikir orang-orang lain juga berpikir bahwa aku seperti itu, dan akhirnya kamu melarang aku ini-itu. Kamu ga membiarkan aku jadi diriku sendiri.

Padahal dulu kamu ga gitu. Itu yang aku suka darimu.

Kalo begini terus, aku ga tau sampe kapan lagi aku tahan. Ya, kamu memang sayang aku, benar-benar sayang aku, tapi aku juga butuh ruang untuk bergerak, untuk bernafas. Aku ga mau terus-terusan jadi cewe tipe kamu yang semuanya dikendalikan kamu.

Please, you should understand me.

Wajanbolic

June 6th, 2008 by xcoldblizzard

Belakangan ini gw lagi mencoba bikin wajanbolic, untuk mempermudah koneksi wireless internet dari kos. Doain berhasil ya, kalo udah berhasil, gw akan post tutorial di blog gw :)

April 4th, 2008 by xcoldblizzard

Banyak yang nanya-nanya, gimana cara bikin efek foto "dolly" kayak yang gw
pajang beberapa waktu lalu sebagai primary pic. Atas request, kali ini gw akan
memberi tutorialnya. Sebenernya gampang banget lho. Btw, tutorial yang gw bikin
ini ga bagus, karena ga detail. Tapi, semoga Anda mengerti. Kalo kurang jelas,
tanya gw, nanti gw jelasin.

1. Load foto, foto apa aja terserah, tapi resolusinya dianjurkan gede,
terutama bagian mukanya. Copy background ke layer, sebutlah layer muka..

2. Select mata, kasih feather sekitar 2-3 pixel atau sesuai selera, lalu copy
ke layer baru. Lakukan hal yang sama dengan hidung dan mulut. Jadi sekarang ada
4 layer yaitu muka, mata, hidung, dan bibir.

3. Ke layer mata, lalu Filter->Liquify. Pilih bloat tool, lalu bentuklah
mata sesuai kehendak.

4. Koreksi mata dengan free transform, clone stamp, dan healing brush. Di
sini, gw koreksi lipatan mata kiri gw, karena ga simetris dengan yang kanan.

5. Pilih layer hidung dan kecilkan dengan menggunakan free transform.

6. Pilih layer bibir dan kecilkan dengan menggunakan free transform.

7. Pilih layer muka dan hapus pinggir-pinggir bibir, hidung, dan mata.

8. Merge semua layer, kecuali background.

9. Select mata, hidung, dan lain-lain, lalu geser sesuai letak yang
dikehendaki.

10. Rapikan bagian yang tidak rapi dengan clone stamp / healing brush.

11. Select muka tanpa mata, hidung, dan mulut. Kalo gw pake lasso tool.
Setelah itu, Filter->Gaussian Blur. Ini untuk memperoleh muka yang halus.

12. Ubah bentuk muka. Biasanya, muka boneka itu bulat, rahangnya sempit, dan
dagunya lancip. Pakai free transform sedemikian rupa hingga bentuk muka yang
dikehendaki terbentuk.

13. Rapikan semua cacat pada gambarnya dengan tiga tool ajaib: clone stamp,
healing brush, dan free transform.

14. Tambahkan blush-on dengan menggunakan brush tool, warna pink, dan opacity
rendah. Biar lucu aja sih.

15. Ini gwnya aja yang kurang puas. Matanya kurang gede, jadi gw gedein lagi.
Oh ya, ini hasil akhirnya. Silahkan dibandingkan dengan gambar pertama.

 

Notes:

1. Ada alternatif untuk langkah ke-7, yaitu hapus seluruh bagian muka,
dan/atau diblur saat itu juga. Tapi, gw menemukan bahwa kalo semuanya
dihapus/diratain, hasilnya kurang bagus karena kadang butuh sedikit kontur muka,
shading dan highlightnya. Ga usah hapus semua, kecuali Anda mau hasil yang
smooth dan sleek banget. Kalo diblur saat itu juga, berarti Anda telah menghemat
waktu dan usaha karena langkah 11 otomatis ga usah lagi dilakukan. Cuma, kalo gw
sih lebih suka ngerapiin dulu, biar beda bagian yang ga diblur/ga dirapiin
dengan bagian yang diblur ga beda jauh, ngeliatnya lebih enak aja.

2. Nomor 9 optional, karena muka gw di foto ini entah kenapa letaknya ngaco.
Ga tau yang salah yang moto, kameranya, lampunya, atau muka gw emang gini.

3. Nomor 12, kasarnya begini yang gw lakuin tadi. Select bagian tulang rahang
kiri ampe deket dagu, free transform, dipanjangin (resize ke kanan) ampe dagu.
Trus ditinggiin dikit (resize ke atas) dan bagian atasnya lagi (daerah tulang
pipi) dirotate ke dalem dikit. Begitu juga dengan sebelah kanannya.

4. Kecilin leher juga ya. Ga lucu kalo boneka lehernya gede. Tadi gw
lupa.

 

Cuap-cuap:

Yang kali ini jadinya menurut gw ga terlalu bagus proporsinya, kurang dolly
gitu, lain ama yang gw pajang di photo album. Tantangan utamanya ada di gimana
cara lu nentuin proporsi muka yang paling lucu dan gimana cara ngerapiinnya.
Langkah paling susah menurut gw ada di langkah ke-3 dan ke-12. Yang 3 susah
karena kadang bentuk matanya jadi penyok2, dan susah nyamain kanan kirinya. Yang
ini ampe sekarang aja masih ga sama X( kalo ke-12, susahnya di ngerapiinnya.
Kalo abis rotate, resize, dll biasanya jadi berantakan, terutama kalo di sebelah
kiri/kanan muka lu ada ornamen kayak anting, atau rambut lu nutupin muka.

 

Sekian sudah tutorial dari gw. Semoga membantu!

List of Celebrity Look-alike

February 15th, 2008 by xcoldblizzard

Di bawah ini adalah daftar dari orang-orang yang gw tau yang rada mirip selebriti, baru 4 sih, tapi mungkin akan diupdate. Masukannya ditunggu ya, hehe.

1. Sunaryo (Elektro ITB) = Shichinosuke Nakamura (Yang main jadi kaisar di The Last Samurai)

2. Pinky Lu Xun = Kim Hee Sun (The Myth)

3. Ferry (Sipil ITB) = Lee Beom Su (My Wife is a Gangster 3)
4. Karina (Ladyblue) = Agnes Monica
5. Albert Raditya (IF ITB) = Baim (bukan Baim Wong)

TKTQ.NET

March 13th, 2007 by xcoldblizzard

Clue TKTQ.NET
(Warning! Mungkin mengandung clue yang terlalu menjurus, jangan dibaca bila anda fobia terhadap clue2 yang terlalu menjurus)

lvl 1:
Inget! Kalo gelap, musti diapain biar terang? (Dalam konteks webpage).

lvl 2:
Liat judul, terjemahin kode berdasarkan judulnya.

lvl 3:
Petunjuk ada di soalnya. Sedangkan soal yang sebenarnya ada di judulnya.

lvl 4:
Tepatnya bukan “siapa namanya”, tetapi “apa namanya”, perhatikan properties baik2..

lvl 5:
10=2, 100=4, 1000=8, kamu harusnya sudah bisa nebak dan hitung dari petunjuk itu.

lvl 6:
perhatikan gambarnya, ada suatu kejanggalan ga? Jika backgroundnya itu, harusnya yang megang piala siapa?

lvl 7:
ga usah terpaku ama hitungan2 rumit. Berpikirlah seperti anak kecil! Cari hubungan angka2 itu. Mengapa 1=0, 0=1, dan sebagainya, Tambahan: Anggap angka di sebelah kiri tanda “=” itu gambar, bukan angka.

lvl 8:
simple! Gunakan wikipedia!

lvl 9:
apa persamaan dari tulisan2 itu jika dibandingkan dengan yang di bawahnya? apa perbedaan dari tulisan2 itu jika dibandingkan dengan sebelahnya? kenapa jumlahnya harus lima?

lvl 10:
lapis1: apa perbedaan dari kedua ikan yang identik itu? TELITI! Perhatikan properties. Ingat aturan “Tidak semua jawaban harus berakhiran .html”
lapis2: pasti udah tau lah! masa ga bisa?

lvl 11:
baca judulnya! cek di fitur yang tertulis di judulnya, telitilah melihat, dan temukan jawabannya di depan mata anda

lvl 12:
butuh pengetahuan bahasa indonesia yang baik. Ingat2 pelajaran SMA, temukan masing2 istilah bahasa indonesia dari ketiga kalimat itu, dan carilah persamaannya.

lvl 13:
tulisan2 di tombol itu menunjukkan apa? harusnya uda tau tuh…hehehe

lvl 14:
bayangkan gambarnya itu jadi versi modern, yaitu alat yang tiap hari kita bawa. lalu mainin aja angka2 di bawahnya… (Kenapa angka2 kedua, maksimalnya 4??)

segini dulu, gw cape banget ngetiknya. Hehehe. Besok2 kalo ada waktu akan diupgrade lagi

Soldier’s Poem

January 24th, 2007 by xcoldblizzard

Throw it all away
Let’s lose ourselves
Cause there’s no one left for us to blame
It’s a shame we’re all dying

And do you think you deserve your freedom
How could you send us so far away from home
When you know damn well that this is all
I would still lay down my life for you
And do you think you deserve your freedom

No I don’t think you do
There’s no justice in the world
And there never was